Hassan menyatakan hal itu dalam jumpa pers usai membuka acara Global Inter-Media Dialogue ke-3 di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Rabu (7/5/2008). Dialog media ini diikuti sebanyak 130 tokoh media dari 60 negara.
Hassan mengatakan kontroversi kartun yang mengilustrasikan Nabi Muhammad SAW dan tayangan film Fitna menunjukkan bahwa toleransi sangat penting dalam menjaga kerukunan sosial dalam masyarakat yang majemuk.
Hassan menambahkan bahwa kebebasan berekspresi dalam sebuah hak asasi. Penghilangan hak tersebut adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dialog yang digagas oleh Indonesia dan Norwegia ini juga membahas agenda perubahan lanskap media sebagai hasil dari kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi, liputan atas kelompok minoritas, dan kebenaran-kebenaran yang menyesakkan seperti kemiskinan, perang melawan teror, dan perubahan iklim.
(gds/nrl)











































