Kebebasan Media Tak Absolut

Menlu:

Kebebasan Media Tak Absolut

- detikNews
Rabu, 07 Mei 2008 12:27 WIB
Denpasar - Pemberitaan kartun Nabi Muhammad SAW dan penayangan film Fitna oleh media menimbulkan kontroversi. Menurut Menlu Hassan Wirajuda, tidak ada kebebasan berekspresi di media massa yang bersifat absolut.

Hassan menyatakan hal itu dalam jumpa pers usai membuka acara Global Inter-Media Dialogue ke-3 di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Rabu (7/5/2008). Dialog media ini diikuti sebanyak 130 tokoh media dari 60 negara.

Hassan mengatakan kontroversi kartun yang mengilustrasikan Nabi Muhammad SAW dan tayangan film Fitna menunjukkan bahwa toleransi sangat penting dalam menjaga kerukunan sosial dalam masyarakat yang majemuk.

Hassan menambahkan bahwa kebebasan berekspresi dalam sebuah hak asasi. Penghilangan hak tersebut adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kebebasan berekspresi merupakan tuntutan politik, ekonomi, dan sosial namun perlu diingat tidak ada kebebasan yang absolut. Kebebasan berekspresi senantiasa dibatasi oleh hak-hak orang lain," katanya.

Dialog yang digagas oleh Indonesia dan Norwegia ini juga membahas agenda perubahan lanskap media sebagai hasil dari kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi, liputan atas kelompok minoritas, dan kebenaran-kebenaran yang menyesakkan seperti kemiskinan, perang melawan teror, dan perubahan iklim.


(gds/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads