Demikian pernyataan militer Myanmar seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/5/2008).
Namun meski korban jiwa begitu besar, junta militer Myanmar tetap memasang syarat-syarat yang terlalu banyak untuk bantuan yang ditawarkan dunia internasional, khususnya negara-negara Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tak bisa menerima itu," imbuhnya.
Selain merenggut puluhan ribu nyawa, sekitar 41 ribu orang hingga kini belum diketahui nasibnya. Topan Nargis yang menerjang Myanmar ini merupakan topan terdahsyat yang menghantam Asia sejak tahun 1991 silam. Ketika itu, sebanyak 143 ribu orang tewas di Bangladesh. (ita/nrl)











































