Semburan Lumpur di Indramayu Membesar, Tanaman Mati

Semburan Lumpur di Indramayu Membesar, Tanaman Mati

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2008 18:22 WIB
Indramayu - Semburan lumpur bercampur gas di Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, terus membesar dan meluas. Bahkan, semburan yang sudah terjadi hampir satu bulan ini, kini sudah meluas hingga mencapai 15 hektar dari awalnya sekitar 5 hektar areal persawahan milik warga.

Titik semburan berdiameter besar pun mulai bertambah, dari sebelumnya 3 titik kini mencapai 7 titik dengan kedalaman 20 hingga 60 centimeter yang salah satunya terus mengeluarkan api. Akibatnya, struktur tanah di lokasi semburan kini mengeluarkan endapan belerang yang disertai matinya hampir seluruh tanaman seperti padi, palawija, dan mentimun.

"Kita pasrah, semua tanaman mentimun milik saya mati kepanasan. Jika pun ada buahnya kerdil," kata Wawang, salah seorang petani Desa Dukuh Jeruk, Selasa (6/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, di saat bersamaan, pihak Pertamina sudah mengambil contoh tanah dan gas dari titik semburan tersebut. Pihak pertamina pun mengaku belum bisa mengendalikan semburan. Hanya saja dari penelitian yang dilakukan tim khusus, kandungan gas pada titik semburan tidak berbahaya.

"Semburan masih relatif kecil, kita upayakan proses pemasangan rig untuk mengetahui asal semburan tersebut," ujar Sunyoto, manajer humas Pertamina region Jawa bagian barat di sela-sela kunjungannya. Pemasangan rig di sekitar lokasi sumur minyak JTB 192 tersebut, selain untuk mengetahui asal semburan, juga sebagai deteksi kebocoran pipa gas yang terpasang di dalam tanah.Β Β  (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads