"Masih terus kita cari apakah ada WNI yang menjadi korban," jawab Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Tentang bencana alam terparah di Asia setelah tsunami akhir 2004, Presiden SBY atas nama bangsa Indonesia menyampaikan rasa keprihatinan dan belasungkawa. Terlebih melihat laporan jumlah korban tewas yang bertambah dengan cepatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui pelaksana tugas Dubes Myanmar di Jakarta, presiden minta informasi bantuan apa lagi yang dibutuhkan karena banyak negara yang sudah mengirimkan bantuannya. Dubes menyatakan sangat tersentuh atas perhatian Indonesia. Beliau akan terus mencari tahu bantuan apa yang dibutuhkan, sebab jaringan komunikasi baik ke Yangon terputus," papar Dino. (lh/mly)











































