Motor Kena Gembok, Awas Pungli Baru Aparat Dishub!

Motor Kena Gembok, Awas Pungli Baru Aparat Dishub!

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2008 14:44 WIB
Jakarta - Dishub DKI Jakarta berencana akan menggembok motor yang parkir sembarangan. Langkah Dishub ini pun menuai kecaman. Para bikers khawatir penggembokan akan menimbulkan pungli baru oleh petugas Dishub.

Kekhawatiran itu salah satunya disampaikan Agus Risandy Nassan. Pria yang bekerja di kawasan Pluit ini menyesalkan rencana Dishub DKI Jakarta. "Waduh, biasanya petugas DLLAJR malak sopir truk. Sekarang bisa meras pengendara motor nih," ujar Agus pada detikcom, Selasa (6/5/2008).'

Menurutnya, penggembokan ini akan berpotensi pungli. Sebab, aparat Dishub bisa bermain mata dengan pelanggar untuk membuka gembok itu. "Nggak usahlah aturan dipakai. Lagi pula yang bikin macet itu kan mobil yang parkir sembarangan," ujar Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus menyarankan lebih baik langkah penindakan dilakukan oleh petugas polisi dan bukan petugas Dishub DKI. Sebab, nantinya kewenangan antara polisi dan petugas Dishub akan tumpang tindih di lapangan. "Optimalkan saja polisi. Tilang langsung, jangan pakai damai," tutur Agus, yang sehari-harinya berkeliling Jakarta menggunakan motor.

Eko Yuseno, warga Tomang, juga menolak rencana penggembokan motor ini. Eko menilai, langkah ini tidak akan efektif untuk mengurangi kemacetan. "Apa korelasi motor parkir sembarangan dengan kemacetan? Apakah dengan motor digembok, Jakarta jadi nggak macet," tambahnya.

Eko menilai, selama ini para pengendara motor selalu dianaktirikan dalam sejarah perparkiran di Jakarta. "Kalau parkir mobil tempatnya luas dan bagus. Coba kalau motor, sudah kepanasan jauh pula dari lokasi gedung. Kalau jalan bikin capek," ujar Eko.

Dia meminta agar Pemrov DKI membenahi dulu perparkiran di Jakarta dan harus memberi kenyamanan juga bagi pengendara motor. "Apa mentang-mentang parkir motor murah, jadi kurang diperhatikan," tutur Eko.

"Motor selama ini parkir sembarangan karena tidak mendapatkan ruang parkir yang cukup," kilah Eko.

Hal yang sama juga diungkapkan Mahek. Namun dia menilai, langkah ini hanya untuk shock therapy saja. "Ini hanya sementara saja. Sebaiknya lahan parkir dahulu dibenahi," kata pria yang bekerja di kawasan Kuningan ini.

(mar/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads