Keterangan Kapolres ini disampaikan kepada wartawan saat melayat korban di rumah duka, Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Selasa (6/5/2008). "Positif dari senjatanya sendiri," kata Kapolres. Saat dipertegas lagi apakah Darnyoto bunuh diri, Kapolres menjawab, "Ya."
Lantas, bagaimana kronologinya? Menurut Kapolres, berdasarkan penyelidikan sementara, Darnyoto diketahui masuk ke Mapolsek Sukorejo pada pukul 01.00 WIB. "Saat itu tidak terlihat ada hal yang mencurigakan, tidak ada hal yang aneh pada diri korban," kata Kapolres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun tiba-tiba pukul 03.20 WIB, terdengar suara tembakan. Semua polisi yang berada di Mapolsek kaget dan langsung mencari sumber letusan pistol. Dan ternyata letusan pistol itu datang dari ruang kerja Aiptu Darnyoto," jelas Kapolres.
Peluru dari pistol itu mengenai pelipis kanan Darnyoto dan menembus hingga pelipis kirinya. Darnyoto langsung roboh dan tewas seketika. Darah mengucur deras dari kepalanya. Saat polisi datang ke ruang kerjanya, Darnyoto ditemukan dalam keadaan tergeletak meninggal dunia.
Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus bunuh diri Aiptu Darnyoto. Polisi masih belum mengetahui apa penyebab Darnyoto melakukan tindakan nekat itu. "Saat ini kami telah memeriksa 4 saksi," kata Kapolres. (asy/nrl)










































