Jenazah Darnyoto tiba di rumah duka, di rumah kakak iparnya, Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (6/5/2008). Para pelayat, termasuk rekan-rekan korban di Polsek Sukorejo dan Polres Kendal tampak memadati rumah yang tak seberapa luas itu. Hadir pula Kapolres Kendal AKBP Nauval Yahya.
Hingga pukul 13.40 WIB, jenazah masih berada di dekat masjid di dekat rumah duka untuk disalatkan. Tak ada upacara ala militer di rumah duka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Pingsan Berkali-kali
Istri korban, Ratna, dan tiga orang anaknya tampak terpukul dengan kejadian ini. Istri Darnyoto tampak sedih dan matanya sembab dan berurai air mata. Bahkan, sebelumnya Ratna sempat pingsan berkali-kali. Satu anak Darnyoto sudah berkeluarga, anak kedua masih sekolah kelas 1 SMA, dan anak ketiga masih sekolah kelas 1 SMP.
Darnyoto ditemukan tewas terkapar di ruang kerjanya pada pukul 03.20 WIB. Kepalanya tertembus peluru. Hingga kini, penyebab Darnyoto melakukan bunuh diri masih belum jelas. Di sela-sela melayat korban, Kapolres mengaku belum mendapatkan hasil otopsi dari RS Bhayangkara.
(asy/nrl)











































