Demikian diberitakan koran pemerintah Myanmar, New Light of Myanmar seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/5/2008).
Koran resmi Myanmar itu menuliskan, dari 15 ribu korban jiwa tersebut, sekitar 10 ribu di antaranya terjadi di satu kota saja, yakni Kota Bogalay. Lokasi kota tersebut di jantung delta Sungai Irrawaddy yang meluap diterjang topan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun topan Nargis mengobrak-abrik beberapa kota di Myanmar, junta militer tetap mengindikasikan bahwa referendum terhadap konstitusi akan tetap dilaksanakan sesuai jadwal, yakni pada 10 Mei mendatang.
Sejumlah kelompok prodemokrasi di negara itu dan komunitas internasional mengkritik konstitusi hasil kerja junta ini sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaan pemerintahan militer. (ita/nrl)










































