Duh! Sudah Over Capacity, Bang Napi Jorok-jorok

Duh! Sudah Over Capacity, Bang Napi Jorok-jorok

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2008 11:32 WIB
Jakarta - Melubernya penghuni lapas dan rutan menyebabkan kualitas sarana dan prasarana dalam bui menurun. Salah satunya aspek sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi aspek standar kesehatan.

Aspek sanitasi lingkungan dalam rutan dan lapas tidak terlepas dari gaya hidup bang napi. Kebanyakan dari mereka masih kurang menganggap pentingnya kebersihan di lingkungan tempat tinggalnya. Contoh kecilnya, mereka suka meludah sembarangan.

"Banyak tahanan yang berasal dari gelandangan dan juga hidup di jalan. Gaya hidup mereka saat di lapas atau rutan itu dia bawa. Seperti meludah di sembarang tempat dan membuang sampah seenaknya," kata Direktur Bina Perawatan Depkum HAM Kuntoro.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dikatakannya dalam lokakarya 'Penanganan Sanitasi di Lapas dan Rutan' di Hotel Le Meredien, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (6/5/2008).

Menurut Kuntoro, pihak lapas sesungguhnya sudah menyediakan tempat membung ludah dan sampah. Namun hal itu tidak digubris oleh para bang napi.

Tidak pedulinya para napi pada kebersihan berdampak pada kesehatan mereka. "Salah satu kondisi sanitasi yang buruk berakibat pada rentan terjadinya penyakit menular seperti TB, hepatitis, dan HIV dan lain-lain," terang Kuntoro.

Untuk itu, perlu adanya pemberian kesadaran dari para napi untuk membuang sampah dan meludah pada tempatnya. Sarana dan prasarana di dalam lapas seperti kamar mandi, tempat buang air, bercukur dan lainnya juga perlu dijaga bersama oleh para peghuni lapas.

"Petugas lapas juga tentunya perlu meningkatkan pengawasan mereka pada warga binaan lapas," imbuh Kuntoro.
(ana/asy)


Berita Terkait