Boutique Airport untuk Maskapai Kelas Menengah

Bandara Komersial Pondok Cabe

Boutique Airport untuk Maskapai Kelas Menengah

- detikNews
Selasa, 06 Mei 2008 11:30 WIB
Boutique Airport untuk Maskapai Kelas Menengah
Jakarta - Boutique airport akan menjadi konsep pengembangan Bandara Pondok Cabe. Apa sebenarnya boutique airport itu?

"Kan ada maskapai LCC (low cost carrier) dan full service. Boutique itu di
pertengahan, tidak terlalu murah tidak terlalu penuh," ujar Kepala Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan ketika dihubungi detikcom, Senin (5/5/2008).

Artinya, imbuh Bambang, masih ada pelayanan di atas pesawat, namun kalau ingin lebih, penumpang bisa membayar layanan tambahan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seperti boutique hotel, kalau mau tambah AC, harus bayar lagi," kata dia.

Sedangkan untuk menjadikan bandara internasional, maka runway bandara minimal harus bisa didarati pesawat minimal Boeing 737 atau yang satu tipe.

"Tergantung jenis pesawatnya. Kalau regional seperti dari Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura itu B-737. Kalau mau yang long range (pesawat jarak jauh) harus lebih besar lagi seperti Boeing 777," kata eks Atase Perhubungan KBRI Malaysia ini.

Panjang landasan untuk didarati pesawat berjenis Boeing 737 minimal harus 2.250 - 2.300 meter.

Pemkab Tangerang tertarik menjadikan Bandara Pondok Cabe sebagai boutique airport. Pembangunan akan dimulai pada 2009 dengan kapasitas bandara sekitar 20 unit pesawat berjenis pesawat Boeing 737, Airbus 320, dan helikopter yang melayani penerbangan domestik.

Nilai investasi untuk mengembangkan lapangan terbang yang berada di atas lahan tanah milik PT Pertamina tersebut diperkirakan US$ 100-150 juta.

Panjang landasan pacu yang saat ini 2.200 meter akan ditingkatkan menjadi 2.500 meter dengan luas total lahan mencapai 161 hektar dari luas sekarang 116 hektar.

Bandara ini akan dilengkapi lahan parkir, hotel, pusat perbelanjaan, katering, akademi penerbangan, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. Sedangkan Manager Partner Pemkab Tangerang Samudra Sukardi yang terlibat pada pengubahan badara itu menyatakan, "Boutique airport itu nantinya kecil tapi bagus," kata saudara Laksamana Sukardi ini. (nwk/nrl)


Berita Terkait