2 Bandara yang berdekatan itu adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng di Tangerang dan Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur.
"Nature-nya harus diatur dengan melihat Cengkareng dan Halim. Untuk naik turun (pesawat) bersinggungan atau tidak untuk umum," ujar Kepala Komunikasi Publik Dephub Bambang S Ervan dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (5/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dikaji ruang wilayahnya. Ada obstacle-nya nggak, tingkat gedungnya tidak boleh ada gedung-gedung tinggi. Harus dilihat penataan di wilayah itu. Sudah di lingkungan perumahan, aproach landing-take off harus diawasi benar," kata Bambang.
Apalagi melihat pengalaman sudah beberapa kali terjadi, pesawat swayasa Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang lepas landas dari Bandara Pondok Cabe terjatuh di daerah pemukiman padat. Dua S sangat penting yaitu safety dan security.
"Diutamakan safety dan security-nya. Kita ingin lihat proposal dia, yang jelas feasibility-nya, layak atau tidak. Jangan sampai membuang biaya juga. Pemerintah punya tanggung jawab moral agar investasi tidak mengganggu yang lain," tegas mantan Atase Perhubungan di Malaysia ini.
Selain itu, runway atau landas pacu bandara internasional paling pendek sepanjang 2.250 - 2.300 meter. Jadi kalau ada perpanjanan runway, bagaimana dampak terhadap pemukiman sekitarnya.
Kawasan Pondok Cabe yang identik dengan kemacetan juga harus dipertimbangkan. Karena, imbuh Bambang, akses jalan yang macet akan mengganggu on time performance pesawat.
"Kita lihat dulu persyaratannya. Semua perysaratan itu harus dipenuhi. Kalau tidak, akan dipertimbangkan lagi," kata dia.
Ingin berdiskusi tentang isu hot ini? Silakan ngobrol di detikForum.
(nwk/nrl)











































