"Kalau ada yang tertarik why not sebagai bandara alternatif?" ujar Kepala Humas PT Pertamina Wisnuntoro pada detikcom, Senin (5/5/2009) siang kemarin.
Wisnu menuturkan, lapangan terbang Pondok Cabe selama ini digunakan sebagai basis pesawat Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan sebagian perawatan pesawat Pelita Air Service (PAS), anak perusahaan Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika lapangan terbang itu disetujui sebagai bandara komersial, Wisnuntoro belum bisa memastikan apakah tanah yang dimiliki Pertamina sejak tahun 1957 itu nanti akan dijual ke pihak Pemkab Tangerang atau pihak swasta yang mengelola bandara.
"Kalau kepemilikan masih sesuai sertifikat (milik Pertamina). Nanti apa dibentuk PT bersama, kerjasama membentuk PT baru. Itu baru minat eksternal Pemprov dan investor belum sampai pada langkah operasional," kata dia.
Investor asing yang siap menanamkan US$ 150 juta dalam proyek ini adalah Aviation Agencies Australia (AAA) asal Australia. Lembaga itu spesialis mengembangkan bandara.
Jika rencana itu gol, Pemkab Tangerang akan memiliki dua bandara yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng dan bandara Pondok Cabe yang menjadi bandara butik.
Ingin berdiskusi tentang isu hot ini? Silakan ngobrol di detikForum. (nwk/nrl)











































