"Dia sekarang di sel terpisah sendirian, sel pengasingan untuk waktu 2x6 hari," kata Kepala LP Cipinang Haviluddin saat berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon, Senin (5/6/2008).
Pria keturunan India yang akrab disapa Gobind itu disambangi petugas Densus 88 Polda Metro Jaya pada 29 April 2008. Dari hasil interogasi, barulah Gobind mengaku melakukan perbuatan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi menurut Haviludin dari sikap Gobind keseharian, pria yang masuk pada 19 Februari 2008 lalu karena terlibat kasus penipuan ini kerap mencari perhatian.
"Dia maunya cerita, disayang teman-temannya over acting, cari perhatian," tandas Haviludin.
Gobind dibekuk setelah staf Kedubes AS melaporkan adanya ancaman bom di kantor perwakilan Paman Sam di Jakarta itu. Ternyata, Gobind juga menjadi buronan AS sejak 2007 karena mengancam meledakkan Pentagon dan FBI, saat menetap di negeri itu. (ndr/nrl)











































