Peristiwa tersebut dialami pelaut Filipina itu pada Jumat 2 Mei sekitar pukul 20.00 WIB. Para pelaut Filipina ini menggunakan 2 kapal, masing-masing bernomor lambung KNS 7547 dan KNS 7548 menuju Port Klang Malaysia.
"Saat berada di perairan internasional di kawasan Selat Malaka, tiba-tiba kapal mereka disergap bajak laut. Mereka kemudian diminta terjun ke laut. Masing-masing dibekali 1 jeriken plastik," ujar pejabat Pengawasan Penindakan Keimigrasian Dumai, Darori, Senin (5/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedelapan warga Filipina itu saat ini masih berada di kantor Imigrasi Dumai. Kondisi mereka masih terlihat shock.
"Para pelaku perampokan tidak dikenali karena menggunakan topeng. Menurut para korban, mereka dalam perjalanan ke Port Klang untuk memperbaiki dek kapal," ujar Dorori. (cha/djo)










































