Survei ini digelar di 33 provinsi secara proporsional di 260 desa atau kelurahan pada 22-30 Maret 2008. Respondennya ada 2.600 orang.
Survei menujukkan 45 persen masyarakat menilai SBY tegas, Megawati menyusul dengan 17,6 persen, Wiranto 17,2 persen, Amien Rais 6 persen, Sultan Hamengku Buwono X 4 persen, Jusuf Kalla 2,13 persen dan Sutiyoso 2 persen.
"SBY itu tegas alias tidak plin-plan," kata Koordinator Program RDI Hasan Nasbi di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2008).
Sementara untuk penilaian tokoh yang bisa menyelesaikan masalah mendesak SBY juga menduduki urutan pertama (40 persen). Kemudian Megawati 22 persen, Wiranto 11 persen, Sultan HB X 7 persen, Amien Rais 5 persen, dan Jusuf Kalla 3 persen.
Menurut Hasan, masalah mendesak yang dimaksud responden adalah didasarkan kepada kondisi yang dihadapi di tiap daerah. Misalnya ada yang mempermasalahkan mahalnya harga kebutuhan pokok, mahalnya pendidikan, perbaikan jalan, atau penanganan bencana alam.
"Tapi dominan responden menganggap hal yang paling mendesak adalah distribusi dan penanganan harga sembako," ujar dia.
Selain itu masyarakat juga menilai SBY lebih dapat dipercaya (37 persen), kemudian Megawati (25 persen), Sultan HB X (10 persen), Wiranto (8 persen), Amien Rais (4 persen), dan JK (2 persen).
SBY juga dinilai masyarakat paling cerdas (36 persen), kemudian Megawati (17 persen), Amien Rais (15 persen), Wiranto (7 persen), dan JK (4 persen). Sementara yang memberi perhatian kepada rakyat kecil adalah SBY (40 persen), Megawati (29 persen) dan Sultan HB X (19 persen). (mly/fay)











































