Remaja bernama Xochitl Parra itu mengungkapkan, dia melahirkan saat sedang mandi pagi sebelum berangkat ke sekolah.
"Saya merasakan kepalanya mulai keluar, jadi saya duduk dan mengejan supaya dia bisa keluar," kata gadis AS itu. Bayi laki-lakinya lahir dengan selamat dan diberi nama Alejandro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karenanya Parra kemudian membungkus tubuh bayi dengan selimut dan pergi ke rumah sakit dengan berjalan kaki. Kebetulan rumah sakit St Mary Medical Centre memang tidak begitu jauh dari rumahnya.
"Saya mulai berjalan dan berlari ke rumah sakit," tutur Parra seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Senin (5/5/200).
"Dia masih memiliki plasenta dan bayi itu masih terhubung (dengan tali pusat), jadi semua orang mengatakan, "jangan bergerak!" kata Dr Perez, yang menangani Parra.
Dr Perez takjub dengan peristiwa ini. "Mereka bisa mati kehabisan darah," kata Dr Perez yang senang dengan kejadian ini. Kita mendengar begitu banyak hal negatif tentang para remaja membuang bayi mereka di tempat sampah," kata Dr Perez. Tapi Parra malah berupaya menyelamatkan bayinya dengan pergi ke rumah sakit.
Ibu Parra kini telah menerima situasi ini. Wanita itu akan membantu Parra mengasuh anaknya supaya putrinya itu bisa kembali bersekolah. (ita/nrl)










































