SBY Paling Populer, JK Cocok Jadi Cawapres 2009

Survei Indonesian RDI:

SBY Paling Populer, JK Cocok Jadi Cawapres 2009

- detikNews
Senin, 05 Mei 2008 12:47 WIB
Jakarta - Presiden SBY masih populer dibandingkan Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, Wiranto, Sultan HB X, Sutiyoso dan Hidayat Nurwahid untuk bertarung di Pilpres 2009. Jusuf Kalla dinilai cawapres paling cocok mendampingi SBY.

Demikian hasil survei Indonesian Research and Development Institute (Indonesian RDI) yang disampaikan Koordinator Program Hasan Nasbi di Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2008).

Survei ini digelar di 33 provinsi secara proporsional di 260 desa atau kelurahan pada 22-30 Maret 2008. Respondennya ada 2.600 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei menunjukkan tingkat kepopuleran SBY lebih tinggi dibandingkan capres 2009 lainnya.

SBY (57,5%) lebih populer dibandingkan dengan Mega (40%). SBY (77%) dibandingkan dengan JK (19%), SBY (63%) dibandingkan dengan Wiranto (32%). SBY (66%) dibandingkan dengan Sultan (29%), SBY (77%) dibandingkan dengan Sutiyoso (19%) dan SBY (71%) dibandingkan dengan Hidayat Nurwahid (24%).

Sedangkan cawapres yang cocok mendampingi SBY adalah JK. JK mendapat (27%), Sultan HBX (17%), Hidayat (15%), Sutiyoso (7%), Andi (5%), Hasyim (4%), Akbar Tandjung (3%), Din Syamsuddin (3%).

"Kecenderungan para responden jika loyal pada calon tertentu dia akan menganggap calonnya baik apa pun kategorinya," ujar Hasan.

Kinerja


Survei juga menunjukkan sisi kepuasan publik terhadap lembaga kepresidenan yakni puas (42%), tidak puas (18%) dan tidak tahu (39%).

DPR puas (18%), tidak puas (27%) dan tidak tahu (53%).

DPD puas (17%), tidak puas (29%) dan tidak tahu (52%).

Kepuasan responden terhadap program pemerintah di bidang kesehatan menunjukkan puas (47%), tidak puas (36%) dan tidak tahu (15%).

Keamanan dan ketertiban puas (47%), tidak puas (30%) dan tidak tahu (21%).

Pendidikan puas (47%), tidak puas (35%), dan tidak tahu (16%).

Pemberantasan korupsi, puas (35%), tidak puas (42%) dan tidak tahu (22%).

Persoalan hukum puas (34%), tidak puas (37%) dan tidak tahu (28%). (aan/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads