"Itu yang peristiwanya subuh-subuh itu kan. 2 Bus waktu itu jalan beruntun mau ke Ancol. Tiba-tiba bus depan berhenti mendadak, lalu bus di belakangnya menabrak yang di depan," kata Manajer Badan Layanan Umum (BLU) TransJakarta Rene Nunumete dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (5/5/2008).
Menurut Rene, tak lama setelah peristiwa itu, kedua pramudi tersebut dikeluarkan. Salah satu pramudi tersebut bernama Beny Sinaga, yang pada saat kecelakaan terjadi tengah membawa bus bernopol B 7526 IX. Sedangkan pramudi bus B 7523 IX yang juga terlibat dalam kecelakaan, Rene mengaku lupa namanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah benar sebelum kecelakaan terjadi, sebelumnya terjadi balapan liar bus TransJakarta? "Laporan yang ada hanya ada 2 bus yang berjalan di lajur bus. Berarti itu kan nggak balapan," jawab Rene.
Seorang warga Jakarta Timur bernama Andry Hariana, dalam surat pembacanya di beberapa media cetak Tanah Air akhir pekan lalu melaporkan, telah terjadi aksi balapan liar 3 bus TransJakarta yang menuju Kampung Melayu sekitar pukul 03.45 WIB. Satu dari 3 bus tersebut berjalan di jalan reguler.
Di pertigaan Jalan Otista dan Jalan Otista 3, lanjut Andry, bus TransJakarta terdepan di jalur busway menabrak pengendara sepeda motor dan menggilasnya sebelum bus yang berada di belakang menabrak.
Menurutnya, cukup lama pengendara motor menggeliat-geliat di bawah badan bus. Baru sesudah sekitar 10-15 menit tergencet, biker yang terluka baru bisa dibawa ke rumah sakit.
Menurut Andry, sopir TransJ bukannya bertanggung jawab atau ikut menolong korban, tetapi dua sopir TransJ yang ada di jalurnya malah menghilang, sedangkan sopir bus TransJ yang berada di luar jalur seperti tak tahu apa-apa, malah melaju.
Andry berusaha mendatangi Halte Kampung Melayu. Ketika bertanya siapa sopir kendaraan itu, seorang berseragam biru muda mengakui dan berusaha menggertak.
"Beginikah mental para sopir bus Transjakarta? Mungkin jika yang melakukan aksi kebut-kebutan ini satu orang bisa disebut oknum, tetapi ini sampai tiga orang sopir sekaligus," tulis Andry yang bekerja di sebuah televisi swasta ini.
Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya pada 17 April, insiden itu melibatkan 2 bus dan motor. Biker yang menjadi korban bernama Fery Yulianto. Pemuda 20 tahun yang mengendarai Suzuki Spin B 6704 TME tersebut mengalami luka pada kaki, tangan, dan dagu. Korban lantas dibawa ke RS Mitra Internasional. (nvt/nrl)











































