"Andai sesekali PKS memberikan koreksi, kami minta maaf. Terutama ke pemerintah, kami mohon maaf," ujar Presiden PKS Tiffatul Sembiring dalam awal pidatonya di peringatan Milad ke-10 PKS di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (5/5/2008).
Tiffatul menegaskan, segala tindakan PKS yang bisa jadi dinilai tidak lazim sebagai partai yang menempatkan 3 orang kader di dalam kabinet itu, adalah bagian bentuk dakwah. Lewat cara tersebut PKS berkontribusi aktif memperbaiki kehidupan bernegara dan tata pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjuangan membersihkan jajaran penyelenggara negara juga ditujukan di kalangan internal parpol. Salah satunya adalah melarang seluruh kader PKS di parlemen menerima uang suap dan mengembalikan semua bentuk gratifikasi yang mereka terima.
"Anggota kami di Komisi IV dan komisi lainnya di DPR telah mengembalikan seluruh gratifikasi. Jumlah semuanya Rp 1,9 milyar. Ini bukan karena kasus kemarin (kasus gratifikasi Al Amin Nur Nasution), tapi sudah berlangsung sejak 2005," jelas Tiffatul. (lh/ken)










































