PKS: Jangan Dulu Naikkan BBM

PKS: Jangan Dulu Naikkan BBM

- detikNews
Minggu, 04 Mei 2008 14:07 WIB
Jakarta - Kebijakan menaikan harga BBM bisa jadi tidak dapat dihindarkan demi menyelamatkan APBN 2008. Namun hendaknya pemerintah tidak terlalu cepat memutuskan kebijakan tidak populer itu.

"Kami harap pemerintah arif dan tidak cepat-cepat menaikkan harga BBM!" kata Presiden PKS Tiffatul Sembiring dalam pidato peringatan Milad ke-10 PKS di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (5/5/2008).

Pihak PKS sangat memahami bahwa  lonjakan harga minyak mentah dunia menambah beban negara. Pos untuk anggaran subsidi BBM dan listrik di dalam membengkak luar biasa dan menyedot anggaran yang sedianya bagi pos pembangunan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maka menjaga agar seluruh kegiatan pembangunan dan pos subsidi lain tidak makin tergerus, salah satu opsi adalah menaikkan harga BBM. Tapi sebelum sampai terpaksa putuskan itu, pemerintah harus mengupayakan dulu opsi menghemat pengeluaran dan subsidi silang.

"Memang ini menjadi dilema. Bila pemerintah menaikkan BBM, akan menambah berat beban rakyat. Tapi dibiarkan terus, tentu akan menekan APBN," ujar Tiffatul.

Menanggapi pernyataan ini Presiden SBY, dalam pidatonya menegaskan kembali bahwa kebijakan menaikkan BBM adalah opsi terakhir. Pemerintah mengharap dukungan masyarakat luas terhadap berbagai upaya mengelola dan menanggulangi dampak krisis.

"APBN kita terkena pukulan berat karena subsidi melonjak tajam. Kita harus cari solusi lain. Bagaimana pun menaikkan harga BBM adalah cara terakhir bila tidak ada cara lain. Mari kita bersama-sama merumuskan cara lain ini bagi bangsa dan membantu masyarakat miskin," ujar SBY. (lh/iy)


Berita Terkait