"Sesuai dengan AD/ART kita akan membentuk tim formatur yang terdiri dari 5 orang yang ditunjuk dan ditambah dengan Dewan Tanfidz dan Dewan Syuro," kata pimpinan sidang Niam Salim di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (4/5/2008).
Niam lalu membacakan 5 perwakilan dari berbagai daerah di Indonesia. Yukon Lapa (Indonesia timur), John Ramdhan (Sumatera), Syamsuddin Pai (Sulawesi), Asra (Kalimantan), dan Abdul Kadir Karding (Jawa).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang perwakilan dari Papua mengajukan protes. "Indonesia timur itu banyak. Tidak hanya di Papua, ada juga Papua Barat. Kami juga minta perwakilan," ujar pria itu sambil merangsek ke meja pimpinan.
Tak berapa lama muncul juga interupsi dari perwakilan Sulawesi Selatan. Suasana gaduh tidak terelakkan lagi, sampai-sampai Ketua Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar keluar meninggalkan ruangan.
Melihat suasana yang gaduh akhirnya pimpinan sidang dan muktamirin membacakan salawat untuk menenangkan suasana. Kini, setelah suasana tenang, sidang diskors untuk lobi-lobi terkait tuntutan pembentukan tim formatur. (gah/gah)











































