Lalu siapa sebenarnya Sarjan Taher?
Karier politik dan bisnisnya mulai menanjak sejak Ramli Hasan Basri menjabat gubernur Sumatra Selatan periode 1988-1993 dan 1993-1998. Sarjan adalah kolega dekat putra H Ramli, Aman Astra Ramli. Bahkan, sebagian menyebutnya sebagai "anak angkat" purnawirawan angkatan darat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia banyak terlibat dalam berbagai kegiatan seperti kegiatan sosial, pendidikan, dan politik. Saat musimnya Kirab Remaja yang dibidani putri sulung mantan presiden (alm) Soeharto, Siti Hardiyanti Indra Rukmana, Sarjan Taher tampak selalu mengawal event tersebut.
Di KNPI Sumsel, dia pernah menjadi wakil ketua. Saat itu KNPI Sumsel dijabat putra Ramli Hasan Basri, Aman Astra Ramli. Di organisasi kepemudaan ini nama dia cukup terkenal. Makanya dia pernah menjadi kandidat ketua KNPI Sumsel, namun kalah bersaing dengan Eddy Santana Putra yang kini menjabat walikota Palembang.
Sebelum aktif di Partai Demokrat, Sarjan pernah menjadi anggota DPRD Sumsel dari Partai Golkar. Dan, selalu tampil dari berbagai diskusi dan seminar. Seusai reformasi bergulir atau pada saat Partai Golkar mengalami penurunan pamornya, Sarjan turut membidani kelahiran Partai Demokrat. Karena terbilang supel dan banyak kiprahnya, ketika Demokrat membutuhkan ketua partai untuk wilayah Sumsel, terpilihlah dia untuk masa bakti 2001-2004.
Lalu, berbagai pucuk pimpinan organisasi disandangnya, seperti ketua umum DPD MAI (Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesia) Sumsel, ketua AMII (Angkatan Muda Islam Indonesia) Sumsel, ketua DPD Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (Akaindo) Sumsel. Kini dia menjabat sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat dan juga anggota Komisi IV DPR-RI.
Sebagai anggota dewan, dia sering mengunjungi daerah asal pemilihannya, Sumsel. Januariย 2008 lalu, saat Ulang Tahun DPD MAI Ke-8 di Sekretariat DPD MAI Sumsel, Jalan KH A Dahlan, Sarjan Taher memberikan bimbingan teknis dan dukungan kepada petani soal benih. Dia mengimbau agar benih yang didapat bisa dimanfaatkan secara optimal. Semua dana untuk membantu petani diambilkan dari APBN. Dapat dikatakan kalau orang tidak mengenal Sarjan, sama seperti tidak mengenal peta politik dan bisnis di Sumsel. (tw/gah)











































