Mereka bercerita panjang lebar tentang alasan kekecewannya terhadap MLB Gus Dur. Terutama masalah fasilitas.
"Masalah tuan rumah, pelayanannya di bawah maksimal. Kita kayak orang yang kena bencana alam saja, ditempatkan di satu ruang kelas. Makan saja sulit. Kalau PKB kayak gini, masa depannya akan suram. Tapi setelah saya ke sini, hidup kembali PKB," ujar Ketua Dewan Syuro PKB Talaud, Sony Nelson dalam jumpa pers di Hotel Mercure, Jakarta, Sabtu (3/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Waktu pulang kita jalan kaki. Memikul tas kita masing-masing sampai mendapatkan angkutan umum," keluh Sony.
Sony, yang saat jumpa pers bersama dengan sekitar 20 peserta MLB lain yang juga datang di MLB Gus Dur juga mengeluhkan ketidakjelasan mekanisme pengambilan keputusan dalam MLB Gus Dur tersebut.
"Yang paling menyakitkan, setiap pengambilan keputusan tidak sesuai dengan mekanisme AD/ART. Aneh, kok seorang Dewan Tanfidz bisa diaklamasi seperti Dewan Syuro. Sistem pengambilan putusan sangat melecehkan aturan organisasi," cerca Sony.
Berarti kedatangan anda ke sini hanya karena fasilitas di sini lebih baik? "Di sini fasilitasnya manusiawi amat dan sangat-sangat memuaskan," jawab Sony.
Kedatangan Sony dan rombongan ke PKB kubu Cak Imin, bukan hanya sekedar fasilitasnya yang lebih memuaskan. Namun hingga detik ini, mereka masih menganggap Cak Imin masih sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB.
Tapi pada saat mendaftar di sana kan bapak di suruh untuk menandatangani dua pernyataan yang isinya tidak boleh datang ke MLB Cak Imin dan harus menyepakati semua hasil MLB mereka?
"Waktu itu kita disuruh cepat-cepat menandatangani pernyataan ini dan kami tidak sempat untuk membacanya," kilahnya.
(anw/gah)











































