"Sejak niatan mogok kami utarakan 17 April 2008, sampai hari ini kami belum tahu kapan menajemen akan merespon permintaan kami," ujar Sekretaris Umum SPAP I Sulistiani kepada detikcom, Sabtu (3/5/2008).
Padahal, lanjutnya, pemerintah sudah turun tangan menyelesaikan permasalahan SPAP I ini. Depnakertrans, Dephub, dan Kementerian Negara BUMN sudah bertemu dengan direksi AP I dan SPAP I membuat perjanjian kerja bersama (PKB). Poin-poin dalam PKB itu sepakat akan diselesaikan paling lambat 21 April 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mogok yang rencananya akan dilakukan 7-9 Mei 2008 ini, lanjutnya, direncanakan di 6 dari 13 bandara wilayah kerja AP I. Bandara itu adalah Makassar, Balikpapan, Biak, Manado, Ambon, Yogyakarta, dan di kantor pusat AP I di Kemayoran, Jakarta.
Namun, Sulistiani berharap agar direksi memenuhi permintaan SPAP I agar mogok urung dilaksanakan. "Sudah 31 tahun gaji kami mengikuti pola gaji PNS. Gaji PNS sudah naik tahun 2007 dan 2008. Kami masih ketinggalan. Dampaknya total take home pay (THP) dan pensiun sangat kecil dari PNS. Padahal AP I menyerahkan deviden sangat besar tiap tahun," kata dia.
SPAP I bahkan meminta dukungan dari para serikat pekerja BUMN yang ada. (nwk/gah)










































