Bang Yos Suarakan Celurit Emas

Bang Yos Suarakan Celurit Emas

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2008 18:02 WIB
Bangkalan - Banyak cara yang dilakukan Sutiyoso untuk mendapatkan simpati massa terkait Pilpres 2009. Dalam safarinya di Jawa Timur, pria yang disapa Bang Yos itu mampir di Bangkalan, Madura dan menyuarakan 'Celurit Emas'. Bang Yos membacakan puisi karya D Zawawi Imron itu.

Bila musim melabuh hujan tak turun
kubasahi kau dengan denyutku
Bila dadamu kerontang,
kubajak kau dengan tanduk logamku
Di atas bukit garam kunyalakan otakku
Lantaran aku tahu, akulah anak sulung yang sekaligus anak bungsumu
Aku berani mengejar ombak
Aku terbang memeluk bulan
Dan memetik bintang gemintang di ranting-ranting roh nenek moyangku
Di bubung langit kuucapkan sumpah
Madura, akulah darahmu.


Puisi ini dibacakan mantan Gubernur DKI itu seusai menyampaikan presentasinya dalam Seminar Nasional 'Madura Pasca Pembangunan Jembatan Suramadu' di Bangkalan, Madura, Sabtu (3/4/2008). Demikian siaran pers tim Sutiyoso yang diterima detikcom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seminar nasional yang diselenggarakan oleh PGRI itu diikuti ratusan guru se-Madura dan dihadiri oleh ketua PGRI Jatim Matajit dan Ketua PWI Jatim Dhimam Abrar Djuraid. Selain Sutiyoso  tampil juga sebagai pembicara artis Yesy Gusman yang saat ini aktif menggalakkan gerakan perpustakaan untuk rakyat.

Tak mau kalah dengan Sutiyoso, sang pemilik puisi juga membacakan puisi karyanya yang berjudul 'Ibu'. Puisi Zawawi ini pernah mendapat penghargaan internasional.

Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
Sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama reranting
Hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

Bila aku merantau
Sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
Di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan
Lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar



Duet pembacaan puisi itu mendapat sambutan yang hangat dari para peserta seminar. Mereka berdiri sambil bertepuk tangan panjang. Sutiyoso sendiri merupakan anggota Dewan Kehormatan Persatuan Anak Guru Indonesia (PAGI) karena bapaknya  seorang guru di Semarang, Jawa Tengah.

Dalam paparannya Sutiyoso mengingatkan  bahwa pembangunan jembatan Suramadu akan berdampak terhadap eskalasi pembangunan di Madura. Para guru berkewajiban untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sehingga warga Madura tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya laju pembangunan. (asy/asy)



Berita Terkait