"Ini harus diperbaiki parpol di pemilu 2009. Jangan pilih politikus busuk ke depan. Parpol agar selektif pilih caleg baik di DPR dan DPRD," kata Kepala Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Emerson Yuntho kepada detikcom, Sabtu (3/5/2008).
Dikatakan dia, penangkapan sejumlah anggota DPR, termasuk Sarjan ini menunjukkan pengawasan parpol minim dalam mengontrol kinerja dewan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Emerson, Badan Kehormatan (BK) DPR dinilai belum memberikan shock therapy bagi anggota dewan.
"Sejauh ini ada pemberian sanksi tetapi tidak beri efek jera. Seharusnya pada saat anggota dewan ditemukan ada indikasi tindak pidana maka BK dapat melanjutkan ke polisi dan KPK," papar Emerson.
Dalam kesempatan itu, Emerson meminta agar masyarakat mewaspadai upaya penggalangan dana dari anggota DPR maupun parpol menghadapi persiapan pemilu 2009.
"Ada 2 hal yang dikhawatirkan, apa (penyimpangan) ini restu dari parpol atau kenakalan anggota DPR. Sebab untuk menjadi anggota DPR, mereka kan mengeluarkan uang cukup banyak sehingga harus balik modal. Parpol pun juga harus diwaspadai. Parpol perlu membuat rambu-rambu dalam menggalang dana pemilu yang halal," kata dia.
Sarjan ditahan KPK terkait kasus korupsi alih fungsi hutan di Tanjung Api-api, Sumsel pada Jumat 2 Mei 2008. Sarjan kini ditahan di Rutan Polres Jakarta Utara. (aan/asy)











































