Gus Dur, Rehatlah!

Kolma

Gus Dur, Rehatlah!

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2008 15:45 WIB
Gus Dur, Rehatlah!
Den Haag - Konflik PKB, dengan episentrum Gus Dur dan keturunan KH Hasyim Asy'ari, sungguh aib bagi kaum nahdliyyin. Kalau memang cinta Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy'ari, mari hentikan Gus Dur.

Jika konflik PKB dengan bumbu saling mencela dan segala implikasinya tidak dipandang sebagai aib oleh kaum Nahdliyyin, maka sungguh patut ditangisi dengan doa semoga itu bukan alamat diangkatnya rahmat dari tubuh gerakan yang dirintis KH Hasyim Asy'ari 82 tahun silam. Sikap ahlakul karimah, tawadlu dan tabayyun seperti telah raib berganti serba berangasan dan adu domba.

Tidak tanggung-tanggung konflik melibatkan Gus Dur (cucu langsung Hadratus Syaikh), Yenny keturunan Gus Dur alias sang buyut cicit, dan melebar ke samping melibatkan keponakan. Seharusnya hal ini sudah cukup bagi para kiai NU untuk berkumpul, bermusyawarah, lalu mengambil tindakan: istirahatkan Gus Dur. Bukan berarti Gus Dur divonis tidak baik dan sumber masalah. Tapi kondisinya yang terbatas pascaserangan stroke sampai tiga kali, ditambah keterbatasan-keterbatasan lainnya, menjadikan Gus Dur sangat rentan dimainkan kelompok kepentingan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalaupun tidak ada orang yang memainkan, kondisi Gus Dur itu sendiri sudah potensial memantik konflik. Dan data statistik menunjukkan daftar panjang konflik itu, antara lain dengan Matori, Alwi Shihab, KH Yusuf Hasyim (Pak Ud, paman Gus Dur), dan kini dengan keponakan. Itu yang menonjol, tidak termasuk yang kecil-kecil dengan pihak lain. Kalau dicermati lebih detil, ada indikasi fungsi kognisi Gus Dur pascastroke sudah tidak seperti dulu lagi. Silakan buktikan dengan pemeriksaan neuropsikologi. Gus Dur sendiri tetap merasa sehat, tapi Yenny atau para kiai NU seharusnya bisa mengambil inisiatif ini.

Jika cinta NU dan Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, maka tidak bisa tidak istirahatkanlah Gus Dur. Mengapa tidak berani? Mencintai dan menghormati Gus Dur itu satu hal, tapi menyelamatkan gerakan warisan KH Hasyim Asy'ari dan nama baiknya itu hal lain. Mempertahankan Gus Dur pada fungsi sekarang, hanya akan memperpanjang aib dan fitnah.

Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja.
(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads