"Ini yang membuat kecurangan karena dari tingkat pusat tidak ada komitmen untuk memperbaiki. Tidak salah kalau ada UN menimbulkan kecemburuan sosial, keresahan sosial," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Wardiman Djojonegoro.
Pendapat itu dilontarkan Wardiman usai diskusi bertajuk Carut Marut Pendidikan Nasional di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UN sebagai potret pendidikan Indonesia sudah dilakukan. UN sebagai angka kelulusan itu juga sudah dilakukan. Nah yang belum dilakukan adalah UN sebagai perbaikan mutu pendidikan. Itu yang belum dilakukan misalnya, di satu sekolah ada 4 kali berturut-turut hasil ujian matematika jelek, tetapi tidak ada perbaikan, guru matematika tidak ditambah," papar dia. (aan/nwk)











































