Wardiman: Tangkap Koruptor Saja Tidak Pakai Densus 88

Kecurangan UN di Sumut

Wardiman: Tangkap Koruptor Saja Tidak Pakai Densus 88

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2008 11:51 WIB
Jakarta - Penggerebekan Densus 88 terhadap para guru yang melakukan kecurangan Ujian Negara (UN) di Sumatera Utara (Sumut) menuai kecaman. Mantan Menteri Pendidikan Wardiman Djojonegoro menilai langkah Densus 88 sangat berlebihan.

"Penggerebekan itu wajar-wajar saya. Tetapi kalau ditangkap oleh Densus 88 itu yang tidak wajar," kata Wardiman usai diskusi bertajuk Carut Marut Pendidikan Nasional di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5/2008).

Menurut dia, penggerebekan oleh Densus 88 akan memberikan trauma bagi anak didik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Koruptor saja tidak sampai Densus 88 hanya sampai pihak polisi. Ini sangat berlebihan. Nanti jangan-jangan maling ayam saja pakai Densus 88 kan tidak lucu. Ini yang perlu dikoreksi," ujarnya.

Densus 88 Antiteror mencokok guru-guru yang melakukan kecurangan saat Ujian Nasional (UN) di SMAN Lubuk Pakam 2, Deli Serdang, Sumut.

16 Guru dan seorang kepala sekolah telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kecurangan UN. Penetapan sebagai tersangka itu dilakukan setelah Densus 88 Polda Sumut memergoki mereka membetulkan jawaban siswa. (aan/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads