"Penggerebekan itu wajar-wajar saya. Tetapi kalau ditangkap oleh Densus 88 itu yang tidak wajar," kata Wardiman usai diskusi bertajuk Carut Marut Pendidikan Nasional di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (3/5/2008).
Menurut dia, penggerebekan oleh Densus 88 akan memberikan trauma bagi anak didik.
"Koruptor saja tidak sampai Densus 88 hanya sampai pihak polisi. Ini sangat berlebihan. Nanti jangan-jangan maling ayam saja pakai Densus 88 kan tidak lucu. Ini yang perlu dikoreksi," ujarnya.
Densus 88 Antiteror mencokok guru-guru yang melakukan kecurangan saat Ujian Nasional (UN) di SMAN Lubuk Pakam 2, Deli Serdang, Sumut.
16 Guru dan seorang kepala sekolah telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kecurangan UN. Penetapan sebagai tersangka itu dilakukan setelah Densus 88 Polda Sumut memergoki mereka membetulkan jawaban siswa. (aan/djo)











































