Cak Imin Curhat di MLB Ancol

Cak Imin Curhat di MLB Ancol

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2008 01:43 WIB
Jakarta - Permintaan mundur dengan alasan yang dianggap mengada-ada membuat Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar masih menyimpan luka mendalam. Keponakan Gus Dur ini pun memanfaatkan MLB kali ini untuk curhat kepada para muktamirin saat membacakan laporan pertanggungjawaban.

"Tuduhan kepada saya adalah saya dianggap akan menggulingkan kekuatan tertentu. Inilah yang menyebabkan siapa saja orang yang mendekati Muhaimin akan jadi beku (dibekukan oleh Gus Dur)," curhat Muhaimin di hadapan 3.000-an peserta MLB di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Jumat (3/5/2008).

Cak Imin pun bercerita, kekisruhan yang selama ini melanda partai berlambang bintang sembilan ini diakibatkan dua orang yang masuk ke PKB dengan mekanisme yang inkonstitusional.

"Mereka adalah Sigid Haryo Wibisono dan Muslim Abdurrahman. Mereka masuk DPP PKB tanpa melalui mekanisme yang seharusnya dilakukan," jelas pria berkaca mata ini.

Cak Imin mencontohkan keserakahan Muslim Abdurrahman di PKB yang dalam waktu bersamaan menjabat lima jabatan penting, yakni tim pilpres, tim pilkada, caretaker di berbagai bidang, anggota dewan syuro, dan Ketua DPW PKB DKI Jakarta.

"Superman pun tidak mampu melakukan ini. Kecuali dia mau merusak partai kita," cetus Cak Imin disambut tepuk tangan dari ribuan hadirin.

Cak Imin tidak akan melupakan saat dia diminta untuk mundur, yakni pada 26 Maret 2008. Karena tidak mau diminta mundur, Cak Imin pun terus berjuang untuk tetap memimpin PKB.

"Hasil istikharah dan konsultasi saya dengan para kiai, mundur, atau bukan mundur itu bukan dipaksakan. Tapi kehendak pribadi," ujar Cak Imin.

Cak Imin pun menyindir para DPC yang takut dibekukan oleh Gus Dur lantaran dekat dengan Cak Imin. "Ini menunjukkan tipisnya keimanan dalam perjuangan politik," pungkasnya.

Dalam LPJ ini, Cak Imin ditemani oleh para pengurus lain di antaranya Menakertrans Erman Suparno, Menteri PDT Lukman Edy, dan Mantan Ketua FPKB Ida Fauziah.

LPJ Cak Imin belum dinyatakan diterima atau ditolak oleh peserta muktamar. Karena sidang diskors sampai besok pagi. (anw/mly)


Berita Terkait