Peresmian World Peace Gong (Gong Perdamaian Dunia) yang diberangkatkan dari Bogor itu dilakukan bersama oleh Ketua Parlemen Hungaria Dr. Katalin Szili dan Dubes RI untuk Hungaria, Kroasia, Bosnia Herzegovina dan Makedonia Mangasi Sihombing di Godollo (sekitar 30 km Timur Budapest), Hungaria, hari ini Jumat (2/5/2008).
Szili menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada pemerintah Indonesia dan Panitia Perdamaian Dunia yang telah memilih Hungaria sebagai negara kelima di dunia dan pertama di Eropa tempat pemasangan Gong Perdamaian Dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amanat UUD45
Sebelumnya Dubes Sihombing menjelaskan dalam sambutannya bahwa tugas memelihara dan mengawal perdamaian dan keamanan dunia merupakan tugas konstitusional bagi Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945.
"Hal itu senantiasa menjadi prinsip mendasar bagi politik luarnegeri Indonesia di samping prinsip-prinsip lain seperti non-intervention dan penyelesaian setiap sengketa secara damai," papar Sihombing.
Karena itu Sihombing mengajak negara-negara sahabat untuk bekerjasama erat mencapai dunia yang lebih aman, damai dan sejahtera dengan mengedepankan penyelesaian damai dan menghindari cara-cara kekerasan atau perang. Ditekankan juga tekad negara-negara berkembang dan non-blok untuk menghapus senjata pemusnah massal termasuk senjata nuklir.
Sambutan Rakyat
Hal senada juga disampaikan dalam sambutan mantan Presiden Ferenc Madl seperti dituturkan Sekretaris Kedua Politik Fajar Nuradi kepada detikcom. Madl menggarisbawahi arti penting upaya bersama seluruh masyarakat dunia dalam menciptakan dunia yang aman, tenteram dan sejahtera.
Madl beserta seluruh masyarakat Hungaria menyambut dengan penuh kebanggaan kehadiran Gong Perdamaian Dunia yang diyakini akan lebih meningkatkan rasa saling menghormati, memahami dan menghargai antarumat manusia di Hungaria, Eropa dan dunia.
Acara peresmian pemasangan Gong Perdamaian Dunia itu ditandai dengan pemukulan gong oleh Dubes Sihombing, disaksikan oleh Ketua Parlemen Dr. Katalin Szili, mantan Presiden Ferenc Madl, Presiden Komite Perdamaian Dunia Djuyoto Suntani dan Walikota Godollo Gyorgy Gemesyi.
Hadir antara lain para duta besar dan diplomat asing, pejabat pemerintah Hungaria serta masyarakat setempat. Kegiatan diplomasi inisiatif Indonesia itu mendapat perhatian dari pers setempat dengan menyerbu Dubes Sihombing sebagai representasi Indonesia.
(es/es)











































