Akhiri Konflik Internal, DPC dan DPW PKB Diimbau Beretika

Akhiri Konflik Internal, DPC dan DPW PKB Diimbau Beretika

- detikNews
Sabtu, 03 Mei 2008 00:33 WIB
Jakarta - Etika politik patut dikedepankan dalam menata dan mengelola partai politik. Sebab, etika adalah pijakan agar politisi tidak terjebak dalam pragmatisme sempit.

Itulah salah satu petikan tausiyah politik, KH Dimyati Rois, di depan peserta Muktamar Luar Biasa (MLB) DPP Partai Kebangkitan Bangsa di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Jum’at (2/5/2008) malam.

"Berpolitik itu tidak boleh mambabi buta. Apalagi sampai menghalalkan segala cara. itu tidak akan lama. Harus tetap beretika seperti dalam kitab Ahkam Al-Sulthaniyah," terang Mbah Dim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tausiyah Pengasuh PP Kaliwungu Kendal itu dimaksudkan untuk meneguhkan komitmen DPW dan DPC dalam memperjuangkan PKB di bawah pimpinan Muhaimin Iskandar.

Mbah Dim, sapaan akrab Kyai Dimyati, menjelaskan banyak hal tentang etika politik. Hal ini sangat penting agar perilaku politik kader PKB tidak semata-mata berisi intrik dan fitnah.

"Politik yang berdasarkan etika dan keteladanan seperti yang diajarkan dalam kitab Ahkam Al-Sulthaniyah akan membawa kemenangan bagi PKB," terangnya.
Β 
Mbah Dim menceritakan sejarah perpolitikan pada zaman Khalifah Islam awal antara Sayidina Ali, Muawiyah, dan Abdullah bin Abbas. Muawiyah saat itu menggunakan berbagai cara untuk meraih dan mempertahankan kekuasaannya. Kekuasaan Muawiyah yang cenderung abai terhadap etika politik itu akhirnya hancur oleh lawan politik.

Dalam berpolitik, lanjut Mbah Dim, seseorang harus fleksibel dalam bersikap. Ada kalanya seorang politisi harus lurus bersikap dan tegas. Tapi ada kalanya harus belok ketika ada halangan, bahkan jika tidak memungkinkan untuk maju, mundur tiga langkah pun diperbolehkan untuk menyiapkan strategi selanjutnya.

Kyai Dimyati menyitir slogan 'maju terus pantang mundur' yang dikenal di internal PKB. Menurut dia, slogan itu kurang tepat dipakai dalam dunia politik.

"Maju terus pantang mundur itu ilmu kepahlawanan. Pahlawan itu ya maju terus. Mati konyol pun tidak masalah, pokoknya maju terus.Β  Kalau politik itu ya kadang maju, kadang menggok (belok), kadang mundur tiga langkah. Ya ikut muktamar sana, ikut muktamar sini," ujarnya disambut tawa Muktamirin.

Hadir dalam acara ini bendahara DPP PKB pimpinan Muhaimin Iskandar, Erman Suparno dan seluruh pengurus DPP PKB. Muktamirin terlihat antusias mendengarkan nasihat Mbah Dim. Bahkan saat akan berhenti, muktamirin tetap meminta terus. Namun kerena waktu, mbah dihimpun mengakhiri nasihatnya dengan optimisme PKB di bawah Muhaimin Iskandar. (yid/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads