M Yasin Bantah Jadi Think Tank SBY di Pilpres 2009

M Yasin Bantah Jadi Think Tank SBY di Pilpres 2009

- detikNews
Jumat, 02 Mei 2008 22:33 WIB
Jakarta - Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 tinggal satu tahun lagi. Berbagai tokoh dan partai politik (parpol) yang akan bertarung pada 2009 mulai berancang-ancang. Letjen TNI M Yasin dikabarkan sedang merancang strategi untuk memenangkan kembali SBY. Namun, Yasin membantah.

Sekjen Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas) RI ini buru-buru membantah ketika ditanya bahwa dirinya dikabarkan menjadi aktor di belakang layar Partai Demokrat dan Pakar Pangan, sebagai think tank strategi Pemilu dan Pilpres 2009.

"Saya hanya memberi dukungan kepada generasi muda," kataย  M Yasin retoris usai membuka Kejuaraan Terbuka Karate SBY Cup V, di Gedung GOR Remaja Jakarta Utara, Jumat (2/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan dia ketika diminta tanggapannya tentang pendaulatan dirinya sebagai pembicara utama Pelatihan Kepemimpinan Kader Partai Demokrat di Bogor, Kamis (1/5/2008) kemarin. Alumnus AKABRI tahun 1973 ini pernah disebut-sebut sebagai think tank pembentukan Partai Demokrat, dan salah satu tim sukses SBY pada Pilpres 2004 lalu.

Yasin juga sempat masuk ke bursa calon Menteri Dalam Negeri, ketika M. Ma'ruf sedang sakit. Saat ini, dia mengaku masih menjalin komunikasi dengan Presiden SBY secara formal maupun informal.

Saat ditanya mengenai kekompakan Partai Demokrat dan Pakar Pangan dalam kepanitiaan penyelenggaraan Kejuaraan Karate ini, Yasin tidak mau mengaitkannya secara politis. Dia mengklaim dirinya hanya concern terhadap setiap kegiatan olah raga generasi muda, yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara di dunia internasional.

"Saat ini sudah 19 provinsi mengikuti kejuaraan ini. Jadi, tidak menutup kemungkinan akan muncul karateka terbaik dari Indonesia," ujar dia. ย 

Sementara secara terpisah, Katua Dewan Pimpinan Nasional Pakar Pangan, Jackson Kumaat membenarkan pihaknya bersama sejumlah kader Partai Demokrat menjadi panitia Kejuaraan Karate SBY Cup V. Pihaknya juga menganggap tidak ada perbedaan prinsip, dalam teknis penyelenggaraan turnamen ini. "Yang terpenting bagi kami, nantinya tercipta karateka muda yang sportif," ujar Jackson.
(zal/asy)


Berita Terkait