"Saya di PKB murni untuk mengabdi. Dalam pengabdian itu diminta saya siap. Tapi kalau tidak, ya tidak apa-apa," ujar Kiai Aziz dalam sambutannya di hadapan sekitar 3.000 peserta Muktamar Luar Biasa PKB kubu Cak Imin di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (2/5/2008).
Pernyataan Kiai Azis itu langsung disambut tepuk tangan ribuan peserta MLB kubu Cak Imin. Kiai Aziz yakin dengan keputusannya itu. Hal ini disebabkan karena dirinya telah mendapat petunjuk dari Allah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kiai Aziz juga berharap MLB yang diselenggarakan PKB kali ini adalah MLB yang terakhir sehingga tidak ada lagi perpecahan di tubuh partai berbintang sembilan itu. "PKB kan sukanya MLB. Moga-moga ini yang terakhir," katanya.
Dalam sambutannya itu, Kiai Azis juga sempat meminta maaf kepada istrinya yang selama ini terpaksa ditinggalkan karena sibuk dalam mengurus PKB kubu Cak Imin.
"Maaf pada istri saya barangkali saya hanya bisa tidur dua malam di rumah," katanya. (nal/nrl)










































