Korban tewas terbaru terjadi di Kota Fuyang, Provinsi Anhui, yang merupakan sumber epidemik. Di kota tersebut, sebanyak 2.946 anak telah terjangkit virus EV71.
Demikian seperti diungkapkan pejabat-pejabat kesehatan setempat diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir AFP, Jumat (2/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Virus EV71 yang menyebabkan penyakit mulut, kaki dan tangan ini sangat menular. Virus ini disebarkan melalui kontak langsung dengan lendir, air liur atau kotoran orang yang terinfeksi virus ini. Balita paling rentan terkena virus ini karena sistem kekebalan tubuh mereka yang masih lemah.
Virus ini mulai mewabah di Anhui sejak awal Maret lalu. Kebanyakan yang tertular adalah anak-anak di bawah usia 6 tahun.
Penyakit ini awalnya ditandai dengan demam, kulit melepuh, bisul-bisul di mulut, dan bintil-bintil merah pada kulit. Pada kasus yang gawat, EV71 bisa menimbulkan kerusakan otak, jantung dan paru-paru.
Kementerian Kesehatan China berupaya meredakan keresahan publik atas wabah ini. Dikatakan bahwa pengobatan yang baik dan deteksi dini penyakit akan mengurangi angka kematian. Namun diingatkan pula bahwa wabah ini kemungkinan akan terus menyebar.
"Kami perkirakan penyakit mulut, kaki dan tangan yang disebabkan oleh EV71 di Kota Fuyang masih akan berlangsung beberapa lama, jumlah kasus akan terus meningkat, dan kasus serius dan fatal kemungkinan akan terus terjadi," demikian peringatan Kementerian Kesehatan China. (ita/nrl)











































