Yanti membakar diri di rumah kontrakannya, Gang Sewu RT 5/RW 5, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat, Tangerang, Banten, Jumat (2/5/2008) pukul 04.00 WIB.
Peristiwa berawal saat keluarga kecil ini tertidur pulas. Yanti terjaga dari tidur lantaran mendengar suara Robert memanggil-manggil nama seorang perempuan dalam tidurnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yanti pun menggelepar kesakitan di lantai kamarnya. "Waktu itu saya sedang tidur. Tiba-tiba saya terbangun dengar suara rintihan istri saya yang kesakitan. Istri saya terbakar di muka dan dada," kata Robert yang berprofesi sebagai sopir angkot 08 jurusan Bintaro-Lebak Bulus ini.
Robert panik dan berusaha menyelamatkan buah hatinya yang belum sempat diberi nama itu. "Saya amankan anak saya. Kemudian saya lari ke kamar mandi ambil air lalu saya siramkan ke tubuh istri saya," ujar Robert.
"Saya teriak-teriak minta tolong. Tidak ada yang nolong, tetangga mengira maling dan nggak berani nolongin," lanjutnya.
Menjelang pagi hari, tetangga Robert baru berani menolong. Yanti akhirnya dilarikan ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan, dengan diantar ibu RT Oka Kartini sekitar pukul 08.00 WIB.
Kondisi Yanti sangat memprihatinkan. Wajahnya melepuh. Dada dan tangan mengelupas. Namun demikian, Yanti yang mengenakan kaos warna merah muda dan celana traning ini masih dalam kondisi sadar saat dibawa ke rumah sakit.
"Kau jangan tinggalkan aku. Maafkan aku...maafkan aku," teriak Yanti lirih kepada Robert.
"Kenapa kamu bakar diri?" tanya Robert kepada Yanti.
"Abang mengigau semalam nyebut-nyebut nama cewek lain," sahut Yanti dengan suara pelan.
"Apa kau cemburu sama aku?" kata Robert lagi. Tetapi Yanti hanya diam membisu.
Robert kini tengah mencari pinjaman uang untuk biaya perawatan sang istri. (aan/nrl)











































