Β
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ciamis, Jeje Wiradinata mengatakan pendapatan dari hasil penangkapan ikan dalam tiga tahun ini terus mengalami penurunan.
Β
"Pendapatan dari hasil penangkapan ikan dalam tiga tahun terakhir ini turun hingga setengahnya, dari biasanya Rp 20 miliar menjadi Rp 10 miliar," ujar Jeje di sela-sela peresmian Tempat Pelelangan Ikan dan pemberian bantuan perahu oleh Menlu Hassa Wirajuda di Pantai Karapyak Desa Bagolo, Kabupaten Ciamis, Jumat (2/5/2008).
Menurutnya penyebab utama musim paceklik yang dialami para nelayan akibat kerusakan lingkungan yang disebabkan pola penangkapan para nelayan. Selain tentunya karena cuaca dan kerusakan yang diakibatkan oleh hantaman tsunami.
Β
"Beberapa alat penangkapan nelayan membuat rusak lingkungan, sehingga ikan kini jauh dari pantai. Ini yang sedang kami terus komunikasikan dengan para nelayan," ujarnya.
Β
Alat penangkapan ikan yang menyebabkan kerusakan, antara lain jaring ikan yang kecil sehingga ikan-ikan kecil pun ikut tertangkap. Dengan adanya musim paceklik ini, kini banyak nelayan yang tidak melaut. Mereka lebih banyak bekerja membuat ikan asin.
Β
"Makanya kini para nelayan tengah mengajukan bantuan dana paceklik berupa bantuan beras ke pemda," katanya.
Jumlah nelayan di Pantai Selatan Jabar saat ini sekitar 15 ribu KK dengan 3 ribu perahu yang beroperasi. (ern/djo)











































