Setiap hari juga dia kucing-kucingan dengan polisi dan petugas DLLAJR. Maklum,Β petugas dari dua instansi yang mengurusi lalu lintas ini terus berjaga-jaga diΒ busway.
Namun penjagaan tinggallah penjagaan. Para biker dengan mudahnya mencari celah separator yang rusak dan kemudian menerobos jalur busway kembali. "Kalau mereka jaga di ujung, ya kita lewati sambil mencari separator yang lepas. Nah, dijamin polisi nggak bakal ngejar," ujar Mahfud kepada detikcom, Jumat (2/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau sudah begini, polisi dan petugas Dishub pun tak bisa berbuat banyak. Sebab, jumlah motor yang menerobosΒ busway jumlahnya bukan lagi belasan atau puluhan, namun hingga ratusan.
Maka tak heran jika panjang antrean motor di busway yang mencapai 5 shaf, bisa mencapai 100 meter.
Jadi tak ada kata steril untuk busway di Daan Mogot ini. Nasib penumpang bus TransJakarta di koridor III ini pun tak sebagus penumpang bus TransJakarta koridor VI Ragunan-Dukuh Atas. Mereka harus pasrah menemui kemacetan.
Kanit Lantas Polsek Kalideres Iptu Damai Pasaribu seperti dikutip TMC Polda Metro Jaya menyatakan, pihaknya sudah berusaha menghalau pengendara motor. Namun para biker ini kembali masuk busway di ruas yang lain.
Β
"Kira-kira 10 meter di belakang kami, mereka kembali masuk lagi busway dengan melewati separator yang rusak,βujarnya.
Tentu saja, akibat ulah para biker ini, membuat jalur busway di koridor III Kalideres-Harmoni makin semrawut. Tak hanya itu, jalur non busway di sebelahnya bertambah macet saat para biker itu menerobos.
(mar/nrl)











































