Aksi peluk Ki Hadjar itu berlangsung di halaman Perguruan Taman Siswa, Jl Taman Siswa, Yogyakarta, Jumat (2/5/2008). Aksi digelar oleh mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa.
Aksi memeluk patung Ki Hajar itu bertujuan untuk mengadukan nasib pendidikan Indonesia. Mereka juga sempat melakukan orasi di depan pengurus Majelis Luhur Taman Siswa.
Koordinator aksi Kurnia menyatakan, pendidikan nasional Indonesia saat ini sudah jauh dari apa yang dicita-citakan Ki Hajar Dewantara. Pendidikan sudah bersifat kapitalis dan semakin diukur dengan uang.
"Komersialisasi dan liberalisasi pendidikan harus dihentikan. Karena akan mengakibatkan rakyat tidak mampu dan tidak bisa mengeyam pendidikan murah. Kami juga menolak RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP) versi pemerintah, dan Ujian Nasional (UN)," kata Kurnia.
Perwakilan Majelis Luhur Taman Siswa yakni Panitera Umum Majelis Luhur Taman Siswa Prijo Dwiharso mendukung aksi yang dilakukan mahasiswa di hari Hardiknas. Majelis Luhur juga mengatakan menolak RUU BHP karena semakin mengkomersialisasikan pendidikan.
"Sebagai penerus Ki Hajar Dewantara, kita harus meneruskan perjuangan dan cita-cita beliau. Rakyat Indonesia harus mampu mengeyam pendidikan semua," kata Prijo.
Selain di Taman Siswa, mahasiswa juga menggelar aksi di Tugu Yogyakarta Jl Mangkubumi, dan Gedung DPRD Yogyakarta di Jl Malioboro.
(nik/aba)











































