"Pada April 2009 baru kita bicara soal pilpres setelah kita melihat hasil dari pemilu legislatif," kata Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu saat memberikan sambutan dalam acara rapat konsultasi nasional Partai Golkar di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (1/5/2008).
Dalam kesempatan ini, Burhan juga meluncurkan buku 'Dari Konvensi ke Rapimnas'. Ketum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla juga hadir dalam acara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Burhan mengaku, kesalahan itu yakni calon yang diusung tidak berbanding lurus dengan kekuatan partai. "Ini yang harus dievaluasi. Tapi bukan harus ditangisi Partai Golkar," tutur Burhan yang juga menjabat sebagai ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) ini.
Untuk merealisasikan kemenangan dalam pemilu legislatif, Golkar pun akan melakukan perubahan besar di tubuh Bapilu. Jika sebelumnya hanya diduduki kader partai, ke depannya, badan ini akan ditempati orang-orang yang dinilai signifikan untuk meraih kemenangan.
"Nanti yang duduk di Bapilu tidak hanya kader, tapi juga pakar untuk membahas strategi pemenangan pemilu," pungkasnya.
(ary/ary)










































