100 Ketapel dan Petasan Diamankan dari 150 Aktivis JaO

100 Ketapel dan Petasan Diamankan dari 150 Aktivis JaO

- detikNews
Kamis, 01 Mei 2008 20:49 WIB
Jakarta - Sekitar 150 aktivis dari Jaringan Anti Otoritarian (JaO) dimintai keterangan Polres Jakarta Selatan saat menggelar aksi lumpur Lapindo. Dalam melakukan aksinya, mereka terbukti membawa 100 ketapel, kelereng, dan petasan.

"Mereka sempat dimintai keterangan di Polres Jakarta Selatan karena mengganggu ketertiban," kata Kasat Pengawasan Orang Asing Polda Metro Jaya AKBP Merdi Syam saat dihubungi di Jakarta, Kamis (1/5/2008).

Jaringan Anti Otoritarian yang terdiri dari mahasiswa Universitas Perbanas, Universitas Moestopo (Beragama), dan Universitas Mercubuana ini menggelar aksi di depan Wisma Bakrie, Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Massa yang mengenakan atribut serba hitam ini mendesak agar Bakrie mau bertanggung jawab atas lumpur Lapindo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merdi menjelaskan, saat dimintai keterangan, ditemukan sejumlah atribut yang dapat mengganggu ketertiban umum. "Barang bukti berupa 100 ketapel, kelereng, dan petasan," ujarnya.

Dalam aksi itu, WN Polandia Swierzowicz Wojciech Janusz (27) ditahan. Janusz pun terancam dideportasi dari Indonesia.
(ary/ary)


Berita Terkait