Semula, proyek tersebut direncanakan selesai pada Desember 2009. Namun Wapres meminta, November 2008, proyek tersebut diharapkan dapat terealisasi.
"Wakil Presiden meminta ground breaking dilakukan pada Juli 2008," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafeii Djamal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hadir dalam rapat tersebut Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Menteri negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Gubernur Banten Ratu Atus Chosiyah, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto.
Wapres, kata Jusman, meminta semua masalah yang menjadi kendala dalam pembangunan kereta bandara diselesaikan termasuk soal perizinan, teknis perincian dan jalur pada 2 Mei dan dituangkan dalam Keputusan Menteri perhubungan yang diturunkan ke dalam keputusan Surat Keputusan Bupati dan Walikota Tanggerang.
"Tadi sudah dicapai kesepakatan dengan Menteri Kehutanan soal penggunaan lahan bakau yang direlokasi ke tempat lain, dan ini disetujui" kata Jusman.
Jusman optimis, percepatan ini dapat dilakukan. Menurut Jusman, Wakil Presiden meminta pihak pengelola atau konsorsium memprioritaskan pembangunan jalur baru sepanjang 15 km.
"Semula, panjang jalaur pembangunan kereta bandara dari Manggarai ke Soekarno-Hatta sepanjang 32km. Ini artinya, siang malam saya harus kerja, tidak tidur ini," candanya.
Jusman juga mengatakan, terjadi penghematan anggaran pembangunan dari Rp 4,6 triliun menjadi sekitar Rp 2 triliun. "Jadi nanti hanya dibangun sepanjang 15 km, karena sisanya memakai jalur lama yang sudah ada," katanya. (ken/nvt)











































