Demikian disampaikan oleh Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng pada detikcom mengenai pidato mendadak Presiden SBY malam ini, Rabu (30/4/2008).
"Pemerintah telah mengambil langkah antisipasi dan Insya Allah bisa berhasil dengan baik. Tapi tentu membutuhkan pengertian dan dukungan masyarakat atas langkah-langkah yang sedang dipikirkan pemerintah," kata dia melalui telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan APBN 2008 yang terancam mengalami defisit akibat pukulan krisis ini. Kian tidak terkendalinya kenaikan harga minyak dunia membuat subsidi listrik dan BBM memakan hampir sepertiga jumlah APBN yang hanya Rp 900-an trilyun.
"Selaku pengemban mandat, presiden merasa perlu berkomunikasi dengan rakyat untuk menjelaskan persoalan bangsa yang sedang dihadapi," imbuh Malarangeng.
Berbagai langkah cepat mengatasinya telah dan sedang dilakukan jajaran pemerintah. Prioritasnya adalah menghemat pengeluaran negara sambil menggenjot produksi pangan dan energi, serta pengadaan jaring pengamanan bagi kalanngan yang paling terkena dampak krisis.
Salah satu rencana aksi yang cukup lama dipertimbangkan demi menekan subsisi BBM adalah membatasi jumlah konsumsi BBM di masyarakat. Ada yang berpendapat langkah ini belum cukup manjur, dan mereka usulkan pemerintah menaikkan harga BBM hingga 30 persen. (lh/ndr)











































