Hujan interupsi pun disampaikan pada pimpinan sidang Cecep Syarifuddin di Pondok Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/4/2008). Tetapi pimpinan sidang bersikukuh mengubah waktu acara.
Merasa kesal, salah satu muktamirin maju ke depan mendekati pimpinan sidang. "Interupsi, interupsi!!" jerit pria itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan ada pula beberapa orang yang maju ke depan sembari mengacungkan kertas berisi jadwal sidang. "Kita diundang ke Jakarta bukan untuk mendengarkan saja, tapi juga didengarkan dong pendapat kita. PKB bukan hanya milik DPP. Kita juga memiliki PKB," sembur pria lainnya kepada pimpinan sidang.
Untuk mendinginkan suasana, pimpinan sidang berinisitif membaca salawat. Setelah adu mulut itu berlangsung 10 menit, akhirnya sidang pada Rabu malam tersebut diskors 15 menit.
(nvt/ndr)











































