"Ya waraslah, kalau tidak ngapain saya ngomong dengan anda," ujar Rajab dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (30/4/2008).
Rajab menyatakan, dirinya mengedepankan kebenaran. Rajab pun cuek saja jika dihina oleh keluarganya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rajab menjelaskan, dirinya memang melakukan pengecekan rutin di RS. Dia melakukan itu sejak kedua orangtuanya meninggal karena sakit jantung.
"Setiap bulan saya mengadakan pengecekan rutin ke dokter penyakit dalam bernama Haryadi Wiroto di RSPP. Saya cek kolesterol, asam urat dan kadar karbohidrat," beber pria yang memiliki 4 anak dan tinggal di Pancoran ini.
Rajab juga mengatakan, yang dia minum itu bukan obat penenang melainkan obat darah tinggi, kolesterol, asam urat serta suplemen salmon oil.
Rajab menduga, adiknya menggelar jumpa pers itu karena sakit hati diusir olehnya. Dalam pertemuan yang digelar di Rumah Rajab di kawasan Pancoran Jakarta Selatan Selasa 29 April 2008 malam, adik-adik Rajab meminta klarifikasi atas mobil Alphard. Namun Ongbun tidak mau menjelaskan uraian Rajab. Lalu Rajab mengusir Ongbun.
"Ongbun dan Nana itu memang dari dulu dengki sama saya. Saya orang yang disayang di keluarga. Saya orang yang juara, sehingga mereka dengki. Saya bisa ngerti kok," pungkas dia.
Sebelumnya Rajab membeberkan soal adanya wanita selain Efielian yakni Silvi saat bersama Al Amin di rumah makan Sari Bundo sesaat sebelum Al Amin ditangkap KPK di Hotel Ritz Carlton.
(nik/mar)











































