Hasan telah menuturkan kronologi penculikan itu. Polisi juga mempunyai kisah. Hal ini terungkap dalam keterangan pers Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Rum Murkal, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes POl Untung Yoga Ana dan Kapolsektro Penjaringan, di Polsek Penjaringan, Jalan Pluit Raya, Jakarta Utara, Kamis (30/1/2008).
Berikut kronologi versi polisi:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban Surini pamit ke ayahnya, Hasan, hendak pergi ke rumah adiknya, Haryanto. Surini pergi dengan mengendarai mobil Suzuki Escudo bernopol B 8646 VX. Namun korban tidak sampai tujuan dan tidak bisa dihubungi melalui HP-nya.
21 April 2008
Saudara korban, Santoso, mengecek rekening bank atas nama korban. Hasil pengecekan rekening ditemukan:
1. Penarikan tunai via ATM BCA di Capacobana Ancol pada 20 April pukul 21.41 WIB sebanyak Rp 10 juta.
2. Penarikan tunai via ATM BCA di Superindo Hayam Wuruk pada 21 April pukul 01.01 wIB senilai Rp 10 juta.
Keluarga korban curiga dan melaporkan ke Polsek Penjaringan dengan nomor laporan 469/K/IV/2008/S.Penj.
22 April 2008olisi mendapatkan rekaman wajah pelaku dari kamera CCTV Hotel Mercure Ancol Jakarta. Pelaku menelepon orangtua korban meminta tebusan US$ 100 ribu
23 April 2008
Polisi terus mencari jejak pelaku
24 April 2008
Pelaku diarahkan untuk transaksi di lobi Hotel Le Grandeur (dahulu Hotel Dusit) Mangga Dua, lalu diputar Mangga Dua Mal dan diputar lagi ke Le Grandeur, setelah itu di Hotel Ibis Slipi dan berakhir di Mangga Dua Square.
Setelah 30 menit berputar-putar di mal, ayah korban bertemu dengan tersangka Hengky Salim dan menyerahkan uang yang dibungkus tas kresek merah. Setelah diserahkan, pelaku menuju lantai GF dan terjadi tembak-menembak hingga pelaku tewas.
25 April 2008
Korban dibebaskan di Sunter Paradise.
(mar/nrl)











































