Naval Medical Research Unit (NAMRU)-2 berdiri tegak dalam penjagaan petugas keamanan Kedubes AS. Beberapa ilmuwan berkalung kartu ID keluar masuk bangunan ini.
"Kami adalah badan yang transparan. Seluruh riset harus disetujui Depkes. NAMRU tidak pernah bekerja sendiri," kata Direktur NAMRU-2 Trevor Jones di kantornya, Jl Percetakan Negara, Jakarta, Selasa (30/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berurusan dengan penyakit tropis. Kami tidak butuh mengumpulkan data intelijen," cetusnya.
NAMRU-2 melakukan riset penyakit akibat bakteri, virus dan parasit. Dari 175 staf, hanya 19 yang merupakan WN Amerika.
Pantauan detikcom, di dalam beberapa ruang, para peneliti yang seluruhnya dari Indonesia larut dalam aktivitas riset di meja mereka.
"Nggak ada yang ditutup-tutupi. Yang kami tutupi cuma virusnya, kalau nggak kita bisa keleleran kena virus," ujar seorang peneliti sambil tertawa.
(fay/gah)











































