Curhat itu disampaikan seorang perwakilan karyawan dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) kepada Prijanto di ruang rapat pimpinan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2008).
"Nasib karyawan ambulan 118 belum jelas. Sejak Januari hingga bulan ini gaji belum dibayar. Status karyawan belum jelas. Padahal dulu waktu audiensi dengan gub Sutiyoso dijanjikan akan diangkat. Tetapi sekarang janji tinggal janji," kata buruh itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal itu, Prijanto lalu bertanya kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Wibowo Sukijat.
"Itu... gimana itu gajinya? kata Prijanto.
"Iya Pak, kemarin tidak bisa dibayar karena kaitannya dengan APBD dan belum turun," sahut Wibowo.
"Itu selesaikan! Masa sampai bulan Mei kok belum dibayar," perintah Prijanto.
"Terus status mereka gimana," ujar Prijanto lagi.
"Kita memang ada yang mentok Pak. Belum ditemukan titik temu," kata Wibowo dengan wajah tampak pucat.
"Soal mess rencananya mau dipakai untuk ruang diklat. Tetapi tidak jadi," lanjut dia.
"Kalau tidak jadi ya sudah dipakai untuk posko saja," kata Prijanto.
Prijanto lalu berkomunikasi dengan perwakilan buruh lagi. "Kayaknya tidak bisa selesai hari ini. Kalau masalah gaji dan mess akan diatasi. Status karyawan perlu dibicarakan lagi. Senin saya undang kalian untuk bicara lagi," papar Prijanto.
"Iya Pak makasih, kami pasti akan datang," sahut buruh.
Prijanto pun sempat menitipkan pesan kepada buruh yang sedang berdemo.
"Pesen sama kalian kalau ada masalah terkait DKI jangan tunggu 1 Mei langsung saja datang dan laporkan. Masa demo saja tunggu 1 Mei," ujar Prijanto. (aan/gah)











































