Golok ini diberikan langsung Ketua KPK Yaman Bilkis Abu Osbu kepada Ketua KPK Antasari Azhar saat penandatanganan MoU pemberantasan korupsi di kedua negara di Gedung KPK, JL HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (30/4/2008).
"Golok ini simbol dari keberanian," ujar Bilkis dalam bahasa Arab yang diterjemahkan usai penandatanganan MoU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kerjasama ini, Antasari mengaku KPK Yaman meminta arahan dari RI karena lembaga anti korupsi ini baru saja berdiri pada Juli 2007. Mengenai adat yang diadopsi Yaman, Antasari menjelaskan arahan itu akan disesuaikan dengan kebudayaan setempat.
"Karena mereka negara Islam tentunya akan disesuaikan," jelas Antasari.
(ary/nrl)











































