Dugaan ini didasarkan pada pengakuan Hasan, ayah Surini yang menyatakan, menerima telepon dari seorang laki-laki yang berbahasa dan berlogat Indonesia. Dugaan itu juga didasarkan pada belum ditemukannya mobil Suzuki Escudo bernopol B 8646 VX milik Surini.
Perkiraan penculikan Surini dilakukan secara berkomplot disebutkan oleh Kanit Serse Polsek Penjaringan Iptu Ali Yusron. "Ada dugaan memang bukan satu orang. Jika dilihat dari prosesnya, secara berkomplot," kata Ali Yusron saat dihubungi detikcom, Kamis (30/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dari pernyataan Hasan, memungkinkan pelaku lebih dari satu orang. "Lin Xiao Hua sudah 6-7 tahun berada di Indonesia. Namun, logat bicaranya masih berasal dari negara asalnya," ujar Ali.
Hengky Salim, kata Ali, memang sudah bisa berbahasa Indonesia namun masih belum lancar. Sebab, dia tidak penuh selama 6-7 tahun berada di Indonesia. "Ada dugaan dia sering bolak balik ke negara asalnya," ungkap Ali.
Dugaan penculikan Surini secara berkomplot, kata Ali, karena hingga kini polisi belum menemukan mobil Surini. "Kita masih mencari barang bukti mobil itu. Mobil itu ditinggal dimana," ujar Ali.
Ali menuturkan, polisi masih terus mencari bukti-bukti baru lainnya untuk mengembangkan kasus Surini ini.
Franky Salim tewas didor Iptu Ali Yusron di Mangga Dua Square saat transaksi pembebasan Surini di Mangga Dua Square. Surini juga telah dibebaskan polisi ketika disekap di Perumahan Sunter Agung.
Β (mar/gah)











































